Sang-sang Medan Pantang Terlupa, Sate Kerang Rahmat! : Okezone Lifestyle

MENU sate kerang terpajang pada etalase toko. Jenis sate ini belakangan sebagai galat satu item oleh-oleh spesialMedan yg paling dicari poly wisatawan.

Medan memiliki majemuk varian kuliner lezatyang cocok dijadikan jual kerang jogja buah tangan oleh para wisatawan. Salah satunya yg terkenal adalah sate kerang, yang supplier kerang jogja tidak hanya disukai turis domestik, tetapi jua mancanegara.

Sate kerang, kelezatannya diakui sang banyak wisatawan. Ya, sekilas sate kerang mungkin terdengar seperti hidangan “biasa” yg mampu menggunakan gampang kita temui di warung-warung kaki lima. Namun, saat sajian ini diramu dengan citarasa yg memikat, kehadirannya justru amat dinanti sang para penikmat kuliner.

Di Medan, keliru satu kedai yang menjajakan hidangan sate kerang adalah Warung Sate Kerang Medan Rahmat. Lokasinya mampu dicapai dengan berjalan kaki selama kurang lebih 15 mnt berdasarkan Plaza Medan Fair yang terletak pada Jalan Gatot Subroto. Warung ini terletak sempurna pada bagian belakang Medan Fair. Gerai Sate Kerang Rahmat jua berdekatan menggunakan sentra sang-oleh Medan lain, misalnya Bolu Meranti yang terletak di Jalan Meranti dan Rumah Bolu di Jalan Sekip, Medan.

Atmosfer rumahan langsung terasa berkat rapikan desain warung yang lebih menonjolkan keberadaan meja dan kursi sederhana. Sate kerang yang menjadi andalan warung ini. Tak perlu lamamenunggu, sajian sate kerang yg tersaji pada atas piring putih serta dihiasi irisan tomat dan mentimun itupun eksklusif terhidang di meja. Aroma harum ala rendang begitu terasa.

Ya, tampilan sate kerang sekilas memang misalnya rendang. Empuk daging kerang yg relatif akbar bercampur dengan rasa pedas cabe begitu jelas di pengecap saat sate ini dicicipi satu per satu dari tusuknya. Daging kerang yg relatif besarberjumlah 3 buah disajikan dalam satu jual kerang hijau jogja tusukan yang terbuat berdasarkan bambu.

Rahmat Efendi (36) adalah pemilik sekaligus penggagas hidangan sate kerang Medan menjadi oleh-oleh spesialmakkota Sumatera Utara itu. Menurut cerita Rahmat, bisnis yang dirintisnya sejak awal 2012 ini kinibisa dinasbihkan sebagai galat satu buah tangan spesialKota Medan. Usaha sate kerang awalnya dilakoni oleh oleh bunda, Tukirah, menggunakan cara berjualan keliling kampung. Itu berlangsung dalam era 1957–1976.

“Awalnya, yang berjualan sate kerang merupakan makgw, akan tetapi telah usang sekali. Barulah pada 2012, gw berpikir untuk mencoba lebih memajukan bisnis sate kerang ini,” celoteh Rahmat.

Rahmat membeberkan, keunggulan sate kerang buatannya terletak pada teksturnya yang empuk. Jenis kerang yang dipakai pula nir asal-asalan. Rahmat mengaku hanya memakai jenis kerang bulu yang dibelinya pada Tanjang Balai, Asahan, Sumatera Utara. Kerang berasal Tanjung Balai memang dikenal lezatdan menjadi favorit para penikmat kerang. Selain itu, jenis kerang ini pula dikenal mengandung sedikit pasir sehingga gampang dibersihkan.

“Satenya sengaja kami buat akbar-akbar, lantaran kami hanya memakai kerang Tanjung Balai. Selain banyak yg suka , kerang ini pula kami bersihkan sebagai akibatnya pembeli yang makan tidak bakal mencicipi terdapat pasir misalnya kerang-kerang lain,” kata Rahmat.

Bersama kakaknya, Suliyana, dalam 2012 Rahmat berhasil mencari cara pengemasan sate kerang agar awet dan tahan lama. Dengan begitu, panganan ini pantas dijadikan sang-sang khas Medan bagi para wisatawan.

Sate kerang yang memiliki beragam pilihan rasa seperti orisinal, pedas manis, & pedas ini dibanderol menggunakan harga yg relatif terjangkau. Isi 16 tusuk dihargai Rp50.000. Bagi pembeli asal luar Medan yang ingin membawa sate kerang ini ke daerahnya, Rahmat menyediakan bungkus khusus terbuat berdasarkan kertas aluminium yg memungkinkan sate bisa bertahan lamadan dibawa ke kabin pesawat.

Jenny (33), galat seseorang pelanggan, menuturkan bahwa sate kerang Medan protesis Rahmat dikenal berasa legit dan pas di pengecap poly orang. Pramugari berasal keliru satu perusahaan penerbangan swasta itu mengaku, kerap berakibat sate kerang buah tangan bagi saudara-saudara ataupun sahabat-temannya pada banyak kota pada Tanah Air, bahkan di Malaysia.

“Saya penggemar kerang. Maka itu, saya senang membawakan oleh-oleh ini kepada saudara ataupun kawan. Saya tak jarang membawanya ke pesawat karena aku kan kerja di pesawat,” ujarnya.

Menurut Rahmat, produk buatannya ini telah memiliki poly penggemar yg tidak hanya dari berdasarkan Medan & kota-kota besarlain di Tanah Air, tetapi juga Singapura dan Malaysia. Para pelanggan sate kerang berasal mancanegara tersebut terdapat yg datang eksklusif ke warungnya buat membeli, terdapat pula yang memesan secara online.

Selain berjualan menggunakan cara konvensional, Rahmat memang juga memasarkan produknya secara online, baik melalui blog maupun jejaring sosial seperti Facebook & Twitter. Jerih payahnya itu ternyata mampu mendatangkan omzet sampai Rp30 juta setiap bulan. Tidak puas hingga di situ, Rahmat bahkan berkeinginan membuahkan sate kerang sebagai ikon kuliner di Kota Medan, “sejajar” dengan bika ambon & oleh-sang khas Medan lain.

(ftr)

Leave a Reply

Your email address will not be published.